change language
sei di: home - news newsletterlink

Support the Community

  
19 Agustus 2017 | GOMA, REPUBLIK DEMOKRATIK KONGO

Sant’Egidio bersama dengan anak-anak jalanan Goma yang kabur dari para militan: “Kami tidak mau menjadi pasukan perang anak”

 
stampabile versie

Mereka tinggal di pinggiran jalan, yang mencari nafkah dan tempat berlindung, beberapa diantaranya mengumpulkan rongsokan dengan harapan dapat menemukan sesuatu yang berharga, beberapa yang lain mengitari kota dengan meminta-minta. Beginilah anak- anak di jalanan kota Goma, di Kongo. Para pemuda dari desa Kivu utara ini, melarikan diri dari bentrokan tentara dengan pihak yang memaksa mereka menjadi pasukan perang militan anak. Mereka takut akan perang, mereka mencari damai.

Anak-anak jalanan tersebut menjadi tragedi yang telah berulang selama bertahun-tahun dan bahkan semakin buruk di berbagai kota di Kongo. Komunitas Sant’Egidio di Goma, yang telah berkomitmen melayani para anak ini, telah menjadi saksi atas situasi tersebut: setiap minggu, para sukarelawan dari Komunitas melibatkan beberapa orang untuk mengumpulkan dan menyiapkan makanan bagi anak-anak. Jumlah merekapun semakin bertambah, anak-anak ini berusia diantara 4 sampai 18 tahun, beberapa dari mereka adalah perempuan. Sesungguhnya mereka membutuhkan perlindungan, dan bagi mereka; Komunitas juga telah terlibat dalam pencarian kenyamanan, rumah, dan tempat yang aman untuk dihuni.

Persahabatan kita dengan anak-anak jalanan di Kongo ini telah dimulai dari masa Floribert Bwana Chui, seorang pemuda Sant’Egidio, yang terlibat aktif dalam pelayanan bagi kaum muda, hingga saat dia dibunuh karena menolak praktek suap. Sepuluh tahun setelah kepergiannya, Komunitas Sant’Egidio di Goma melanjutkan karya Floribert bagi orang miskin serta karya damai.


 LEGGI ANCHE
• STAMPA
26 Februari 2018
Roma sette

Congo e Sud Sudan, Gnavi: «La liberazione ha il nome di Gesù»

22 Februari 2018
Famiglia Cristiana

La preghiera sia un urlo contro le guerre

21 Februari 2018
Vatican Insider

Sant’Egidio si unisce alla Giornata di digiuno per Congo e Sud Sudan indetta dal Papa

21 Februari 2018
SIR

Giornata preghiera e digiuno: Comunità di Sant’Egidio, adesione all’invito del Papa. Veglia nella basilica di Santa Maria in Trastevere a Roma e in molte città italiane

29 Januari 2018
Agenzia Fides

Asia/Bangladesh - Una scuola per i bambini profughi Rohingya

24 Januari 2018
La Stampa

Apre il centro sociale a Sant’Andrea: “Una casa accogliente per tutti”

tutta la rassegna stampa
• TIDAK ADA PENA DI MORTE
10 Oktober 2017

On 15th World Day Against the Death Penalty let us visit the poorest convicts in Africa

7 Oktober 2015
AMERIKA SERIKAT

The World Coalition Against the Death Penalty - XIII world day against the death penalty

5 Oktober 2015
EFE

Fallece un preso japonés tras pasar 43 años en el corredor de la muerte

24 September 2015

Pope Francis calls on Congress to end the death penalty. "Every life is sacred", he said

12 Maret 2015
Associated Press

Death penalty: a look at how some US states handle execution drug shortage

12 Maret 2015
AFP

Arabie: trois hommes dont un Saoudien exécutés pour trafic de drogue

9 Maret 2015
AFP

Peine de mort en Indonésie: la justice va étudier un appel des deux trafiquants australiens

9 Maret 2015
AFP

Le Pakistan repousse de facto l'exécution du meurtrier d'un critique de la loi sur le blasphème

9 Maret 2015
Reuters

Australia to restate opposition to death penalty as executions loom in Indonesia

28 Februari 2015
AMERIKA SERIKAT

13 Ways Of Looking At The Death Penalty

15 Februari 2015

Archbishop Chaput applauds Penn. governor for halt to death penalty

11 Desember 2014
MADAGASKAR

C’est désormais officiel: Madagascar vient d’abolir la peine de mort!

vai no pena di morte

FOTO

150 visite

153 visite

150 visite

158 visite

126 visite
tutta i media correlati