change language
sei di: home - persahab...g miskin - sahabat-...di jalan - bangsa damai - newsletterlink

Support the Community

  


 
stampabile versie

Community of Sant'Egidio
Bangsa Damai

Kami putera/puteri dari segala penjuru dunia; dari berbagai suku, bangsa, ras, budaya dan agama yang berbeda-beda.

KAMI ADALAH BANGSA PENCINTA DAMAI

Beberapa dari antara kami sudah meninggalkan tanah airnya karena peperangan, penindasan dan diskriminasi. Beberapa lagi diantara kami sudah meninggalkan rumah dan keluarganya untuk menata masa depan yang lebih baik. Yang lainnya sudah mapan di negara makmur di mana tidak ada lagi kelaparan maupun peperangan.

KAMI ADALAH BANGSA PENCINTA DAMAI

Kami mempunyai cita-cita bersama; arag semua bangsa dapat hidup berdampingan sehingga tak seorangpun menjadi terasing.
Kami ingin menghidupkan suatu gerakan di antara kelompok bangsa sehingga perbedaan menjadi suatu nilai yang berharga.
Kami sadar bahwa penghargaan terhadap yang lain, tidak adanya tindakan kekerasan, keadilan, solidaritas dan penghargaan yang tinggi terhadap sesama manusia, bukanlah suatu angan-angan belaka, tetapi suatu misteri untuk melestarikan dunia, tempat kita berpijak.

KAMI ADALAH BANGSA PENCINTA DAMAI YANG YAKIN:

Akan penghargaan terhadap martabat manusia sebagai laki-laki dan perempuan, karena hidup adalah ciptaan Tuhan dan sakral;
Akan tindakan tanpa kekerasan, sebagai senjata yang paling ampuh melawan setiap tin- dakan kekerasan, mampu membangkitkan daya hidup yang layak bagi setiap orang;
Bahwa adalah layak dan pantas melibatkan diri, supaya semua orang bisa menikmati perlakuan yang sama dan menjadi warga negara dengan hak dan kewajiban yang utuh dalam suatu tatanan dunia yang lebih layak;
Akan solidaritas dengan semua orang tapi lebih khusus dengan mereka yang menderita dan lemah;
Akan damai sebagai kerinduan yang mendalam dari setiap insan manusia. 
Dengan bantuan Tuhan kami ingin hidup sesuai dengan prinsip-prinsip tersebut.
Cinta akan damai mendorong kami untuk menghargai setiap orang tanpa kekecualian sebagai saudara/saudari dan anak-anak Allah Yang Esa, meskipun ada perbedaan bangsa, budaya dan agama.

KAMI ADALAH KELOMPOK GERAKAN BANGSA PENCINTA DAMAI

Rome, October 9th 1999


 LEGGI ANCHE
• BERITA
5 Februari 2018

MEDIATOR ANTARBUDAYA, FAKTOR INTEGRASI DALAM SEBUAH MASYARAKAT YANG PLURAL: HARI INI PENYERAHAN DIPLOMA

IT | ID
30 Januari 2018
PARIS, PERANCIS

Bienvenue! Selamat Datang di Paris bagi 40 pengungsi Suriah melalui Koridor Kemanusiaan

IT | ES | DE | FR | CA | ID
18 Juli 2017
BERLIN, JERMAN

Pesan Pemuda Berlin bagi Eropa: Tak Ada Lagi Tembok

IT | EN | ES | DE | PT | CA | ID
20 Juni 2017

Hari Pengungsi Sedunia: sebuah cerita yang menunjukkan jalan harapan #WithRefugees #FaithOverFear

IT | EN | ES | FR | ID
16 Juni 2015

Keadaan darurat yang berubah menjadi sambutan. Curahan solidaritas bagi para pengungsi di Italia. Tindakan Sant'Egidio berlipat ganda

IT | EN | FR | ID
3 Maret 2014
CATANIA, ITALIA

Imigrasi, Integrasi, Kaum Muda, Paus Fransiskus: didiskusikan bersama Andrea Riccardi

IT | EN | ES | DE | FR | PT | CA | ID
berita tutte le
• STAMPA
13 Maret 2018
RP ONLINE

Flucht, Abi, Studium

8 Februari 2018
SIR

Migrazioni: Pompei (Comunità Sant’Egidio), “nuove modalità di ingresso in Italia più flessibili ed efficienti”

5 Februari 2018
SIR

Immigrazione: Comunità Sant’Egidio, oggi anche la ministra Fedeli alla consegna dei diplomi per mediatori interculturali

15 Januari 2018
Corriere della Sera

Andrea Riccardi. Francesco traccia la differenza tra immigrazione e invasione

30 November 2017
Corriere della Sera

Andrea Riccardi: Europa e giovani migranti, il futuro va creato in Africa

4 November 2017
Corriere del Mezzogiorno

Migranti, i nuovi cittadini

tutta la rassegna stampa
• DOKUMENTI
Comunità di Sant'Egidio

Cinque proposte sull’immigrazione

Appello al Parlamento ungherese sui profughi e i minori richiedenti asilo

Corso di Alta Formazione professionale per Mediatori europei per l’intercultura e la coesione sociale

Omelia di S.E. Card. Antonio Maria Vegliò alla preghiera "Morire di Speranza". Lampedusa 3 ottobre 2014

Omelia di S.E. Card. Vegliò durante la preghiera "Morire di speranza"

Nomi e storie delle persone ricordate durante la preghiera "Morire di speranza". Roma 22 giugno 2014

tutti i documenti

FOTO

1377 visite

1316 visite

1349 visite

1321 visite

1399 visite
tutta i media correlati